Feed on
Posts
comments

Dermawan Rahasia
oleh: Woody McKay Jr,


Sebagai seorang supir selama beberapa tahun di sekitar awal tahun 1910-an, ayahku menyaksikan majikannya yang kaya raya secara diam-diam memberikan uang kepada banyak orang, dan sadar bahwa mereka tidak akan pernah mampu mengembalikan uang itu.

Ada satu cerita yang menonjol dalam kenanganku di antara banyak cerita yang disampaikan ayahku kepadaku. Pada suatu hari, ayahku mengantar majikannya ke sebuah kota lain untuk menghadiri sebuah pertemuan bisnis. Sebelum masuk ke kota itu, mereka berhenti untuk makan sandwich sebagai ganti santap siang.

Ketika mereka sedang makan, beberapa orang anak lewat, masing-masing menggelindingkan sebuah roda yang terbuat dari kaleng. Salah seorang di antara anak-anak itu pincang. Setelah memperhatikan lebih dekat, majikan ayahku tahu bahwa anak itu menderita club foot. Ia keluar dari mobil dan menghentikan anak itu.

“Apakah kakimu membuatmu susah?” tanya orang itu kepada si anak.

“Ya, lariku memang terhambat karenanya,” sahut anak itu.

“Dan aku harus memotong sepatuku supaya agak enak
dipakai. Tapi aku sudah ketinggalan. Buat apa tanya-tanya? ”

“Mm, aku mungkin ingin membantu membetulkan kakimu. Apakah kamu mau?”

“Tentu saja,” jawab anak itu. Anak itu senang tetapi agak bingung menjawab pertanyaan itu.

Pengusaha sukses itu mencatat nama si anak lalu kembali ke mobil. Sementara itu, anak itu kembali menggelindingkan rodanya menyusul teman-temannya.

Setelah majikan ayahku kembali ke mobil, ia berkata, “Woody, anak yang pincang itu… namanya Jimmy. Umurnya delapan tahun. Cari tahu di mana ia tinggal lalu catat nama dan alamat orang tuanya. ” Ia menyerahkan kepada ayahku secarik kertas bertuliskan nama anak tadi.

“Datangi orang tua anak itu siang ini juga dan lakukan yang terbaik untuk mendapatkan izin dari orang tuanya agar aku dapat mengusahakan operasinya. Urusan administrasinya biar besok saja. Katakan, aku yang menanggung seluruh biayanya.”

Mereka meneruskan makan sandwich, kemudian ayahku mengantar majikannya ke pertemuan bisnis.

Tidak sulit menemukan alamat rumah Jimmy dari sebuah toko obat di dekat situ. Kebanyakan orang kenal dengan anak pincang itu.

Rumah kecil tempat Jimmy dan keluarganya tinggal sudah harus di cat ulang dan diperbaiki di sana sini. Ketika memandang ke sekeliling, ayahku melihat baju compang-camping dan bertambal-tambal dijemur di seutas tali di samping
rumah. Sebuah ban bekas digantungkan pada seutas tambang pula pada sebuah pohon oak, tampaknya untuk ayunan.

Seorang wanita usia tiga puluh limaan menjawab ketukan pintu dan membuka pintu yang engselnya sudah berkarat. Ia tampak kelelahan, dan tampangnya menunjukkan bahwa hidupnya terlalu keras.

“Selamat siang,” ucap ayahku memberi salam. “Apakah Anda ibu Jimmy?”

Wanita itu agak mengerutkan dahinya sebelum menyahut.

“Ya. Apakah ia bermasalah?” Matanya menyapu ke arah seragam ayahku yang bagus dan disetrika rapi.

“Tidak, Bu. Saya mewakili seorang yang sangat kaya raya yang ingin mengusahakan kaki anak Anda dioperasi agar dapat bermain seperti teman-temannya. “Apa-apaan ini, Bung? Tak ada yang gratis dalam hidup ini.”

“Ini bukan main-main. Apabila saya diperbolehkan menerangkannya kepada Anda dan suami Anda, jika ia ada saya kira semuanya akan jelas. Saya tahu ini mengejutkan. Saya tidak menyalahkan bila Anda merasa curiga.”

Ia menatap ayahku sekali lagi, dan masih dengan ragu-ragu, ia mempersilahkannya masuk. “Henry,” serunya ke arah dapur, “Ke mari dan bicaralah dengan orang ini. Katanya ia ingin menolong membetulkan kaki Jimmy.”

Selama hampir satu jam, ayahku menguraikan rencananya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. “Apabila Anda mengizinkan Jimmy menjalani operasi,” katanya, “Saya akan mengirimkan surat-suratnya untuk Anda tandatangani. Sekali lagi, kami yang akan menanggung seluruh biayanya.”

Masih belum bebas dari rasa terkejut, orang tua Jimmy saling memandang di antara mereka. Tampaknya mereka masih belum yakin.

“Ini kartu nama saya. Saya akan menyertakan sebuah surat kalau nanti saya mengirimkan dokumen-dokumen perizinan. Semua yang telah kita bicarakan akan saya tuliskan dalam surat itu. Andai kata masih ada pertanyaan, telepon atau tulis surat ke alamat ini.” Tampaknya sedikit banyak ini memberi mereka kepastian. Ayahku pergi. Tugasnya telah ia laksanakan.

Belakangan, majikan ayahku menghubungi walikota, meminta agar seseorang dikirim ke rumah Jimmy untuk meyakinkan keluarga itu bahwa tawaran tersebut tidak melanggar hukum. Tentu saja, nama sang dermawan tidak disebutkan.

Tidak lama kemudian, dengan surat-surat perizinan yang telah ditandatangani, ayahku membawa Jimmy ke sebuah rumah sakit mewah di negara bagian lain untuk yang pertama dari lima operasi pada kakinya.

Operasi-operasi itu sukses. Jimmy menjadi anak paling disukai oleh para perawat di bangsal ortopedi rumah sakit itu. Air mata dan peluk cium seperti tak ada habisnya ketika ia akhirnya harus meninggalkan rumah sakit itu. Mereka memberikannya sebuah kenang-kenangan, sebagai tanda syukur dan peduli mereka… sepasang sepatu baru, yang dibuat khusus untuk kaki “baru”nya.

Jimmy dan ayahku menjadi sangat akrab karena sekian kali mengantarnya pulang dan pergi ke rumah sakit. Pada kebersamaan mereka yang terakhir, mereka bernyanyi-nyanyi, dan berbincang tentang apa yang akan diperbuat oleh Jimmy dengan kaki yang sudah normal dan sama-sama terdiam ketika mereka sudah sampai ke rumah Jimmy.

Sebuah senyum membanjiri wajah Jimmy ketika mereka tiba di rumah dan ia melangkah turun dari mobil. Orangtua dan dua saudara laki-lakinya berdiri berjajar di beranda rumah yang sudah tua itu. “Diam di sana, ” seru Jimmy kepada mereka. Mereka memandang dengan takjub ketika Jimmy berjalan ke arah mereka. Kakinya sudah tidak pincang lagi.

Peluk, cium dan senyum seakan tak ada habisnya untuk menyambut anak yang kakinya telah “dibetulkan” itu. Orang tuanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum ketika memandangnya. Mereka masih tidak bisa percaya ada orang yang belum pernah mereka kenal mengeluarkan uang begitu banyak untuk membetulkan kaki seorang anak laki-laki yang juga tidak dikenalnya.

Dermawan yang kaya raya itu melepas kacamata dan mengusap air matanya ketika ia mendengar cerita tentang anak yang pulang ke rumah itu. “Kerjakan satu hal lagi, ” katanya, “Menjelang Natal, hubungi sebuah toko sepatu yang baik. Buat mereka mengirimkan undangan kepada setiap anggota keluarga Jimmy untuk datang ke toko mereka dan memilih sepatu yang mereka inginkan. Aku akan membayar semuanya. Dan beritahu mereka bahwa aku melakukan ini hanya sekali. Aku tidak ingin mereka menjadi tergantung kepadaku.”

Jimmy menjadi seorang pengusaha sukses sampai ia meninggal beberapa tahun yang lalu.

Sepengetahuanku, Jimmy tidak pernah tahu siapa yang membiayai operasi kakinya.

Dermawannya, Mr, HENRY FORD, selalu mengatakan lebih menyenangkan berbuat sesuatu untuk orang yang tidak tahu siapa yang telah melakukannya.

“Ada kebahagiaan yang kita rasakan dari menolong orang lain”

(Paul Newman)


Sumber :

Bookmark and Share

Lifting Analysis

Sekarang waktunya berbagi ilmu..

Dengan kerendahan hati mohon kiranya dikoreksi bila ada salah kata, tafsir, persepsi, penerawangan, kurang sempurna maupun kurang gula.

本当にありがとうございます

Lifting Analysis yang sekarang dibahas adalah mengenai lifting (proses mengangkat objek) dalam industri offshore.

Mengapa hanya lingkungan offshore?? karena proyek yg pernah saya kerjakan kebetulan  offshore semua. Kenapa gak onshore atau building?? karena saya blum pernah ngerjain.. wehehe.. tapi konsepnya sama aja koq..

Ok, balik lagi ke topik.

Lifting Analysis in my humble opinion is the process when we lift an object, we ensure that the structural configuration and the constituent elements of the object satisfy strength, stability and serviceability criteria as laid down in the Structural Design Basis and the Design Codes. (disadur dari banyak sumber)

Deck Lifting

Model Deck Lifting

Main Deck Lift

Main Deck Lift

Dalam lifting analysis, software yang saya gunakan yaitu SACS 5.2. [1] dengan API [2] sebagai Codenya dan AISC [3] berperan sebagai stress check (Manual of Steel Construction, Allowable Stress Design). Dalam melakukan lifting analysis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. API Lift Criteria [2], dengan Dynamic Load Factors minimal 2.0 pada lifting points / member yang terhubung dengan joint lifting padeye dan 1.35 untuk member selain lifting points (API, Section 2.4.2.c) dalam kondisi laut terbuka (bahasa inggrisnya exposed sea).
  2. Centre of Gravity (C.o.G) Shift, yaitu variasi C.o.G yang mengcover suatu area akibat fabrication tolerance atau ketidakakuratan data equipment, bulk dsb. CoG shift harus diperhitungkan juga untuk analisis-analisis lain yang sensistif terhadap keberadaan CoG.
  3. Skew Load, yaitu faktor yang memperhitungkan ketidak-akuratan panjang sling yang sebenarnya. Pada API dinyatakan bahwa skew load harus diperhitungkan apabila persyaratan panjang sling yang sebenarnya melebihi ketentuan API. Hal ini dengan catatan khusus, Dynamic Ampification Factor (DAF) tidak berlaku lagi untuk hal ini.[4]
  4. Minimum Sling Degree, Derajat yang terbentuk antara sling dengan proyeksi terhadap C.o.G membentuk sudut(θ) minimum 60 o (agar maksimum kapasitas dari sling terpenuhi) [5]

    Minimum Sling Degree

    Minimum Sling Degree

  5. Rigging Detail, seperti shackle, roundsling, spreader bar, chain block dan sebagainya, perlu diperhatikan agar sesuai dengan tension yang bekerja pada sling.

Mungkin segitu dulu tentang Lifting analysis hari ini. semoga ada kelanjutannya dikesempatan lain.

Akhir kata semoga bermanfaat dan

Salam Olahraga..

REF :

[1] SACS 5.2

[2] API RP 2A WSD 2000

[3] AISC

[4] Blog Offshore Struktur

[5] Rigging Detail

Bookmark and Share

Kelamaan juga nih blog ditinggal. Dan bukannya ide tulisan jadi banyak malah gak ada ide buat nulis lagi… hadoooh..

Dan untuk mengatasi hal ini gw coba berinovasi dengan mengopi isi tulisan orang.hehe. Ada tulisan bagus banget nih dari Forum Ini,

(tulisan ini mengingatkan kita semua tentang kondisi umat muslim yang sangat memprihatinkan pada saat sekarang ini, Semoga kita semua diberikan hidayah dan perlindungan dari Allah SWT. Amin)

Jangan Takut Jadi Orang Aneh

“Dunia memang aneh”, Gumam Pak Ustadz

“Apanya yang aneh Pak?” Tanya Penulis yang fakir ini..

“Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia
menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan,
sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku
menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”

“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan
pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai
sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum
alami” Kata Pak Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz,
menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 200 M dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya”

“Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, sih?” Tanya
ibu muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi
ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yang
lain rasanya…

“Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memang
semestinya seperti itu dibilang “tumben”?

Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan memberi makan anaknya di tengah
jalan, di tengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?

Kenapa orang ke masjid dianggap aneh?

Orang yang pergi ke masjid akan terasa “aneh” ketika orang-orang lain
justru tengah asik nonton reality show “SUPERSOULMATE” .

Orang ke masjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang
yang sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi
suara panggilan adzan.

Orang ke masjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan
mobilnya yang kotor karena kehujanan.

Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum,
“Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain di sekitarmu,” kata
Pak Ustadz.

“Keanehan-keanehan” di sekitar kita?

Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha,
pasti akan nampak “aneh” di tengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca
koran dan mengobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”,
karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh di tengah-tengah
sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al Qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh di
tengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan
makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya
nyaman dan tidak silau. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang di
tempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang
di tempat shalat. Aneh, bukan?

Cobalah hari ini shalat Jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid
masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang
selesai.

Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa
aneh di tengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal
nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu, dan test..test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau
ayat al Qur’an, pasti akan terasa aneh di tengah orang-orang yang membaca
artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut
menjadi orang “aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at
dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut dibilang “tumben” ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian
rapi, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur’an (Al A’raf:31)

Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha di
kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul
tak karuan.

Jangan takut dikatakan “Sok Rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya,
karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya
terhadap orang-orang beriman.

“Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu
berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.. Kemudian apabila kamu Telah
merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya
shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang
beriman.” (Annisaa:103)

Jangan takut untuk shalat Jum’at/shalat berjama’ah berada di shaf terdepan,
karena perintahnya pun bersegeralah. Karena di shaf terdepan itu ada
kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu’alaihi wassalam para sahabat
bisa bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan.

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at,
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli
[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (Al
Jumu’ah:9)

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al Qur’an,
karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling
menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran
adalah sebaik-baik perkataan;

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada
Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk
orang-orang yang menyerah diri?” (Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah
menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali kita menyerukan, sekali
kita kirim artikel, lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan,
lenyap donk ladang amal kita….

Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim
e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau
bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat. Aneh nggak, sih?

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, atau sok tahu. Lha wong
itu yang disuruh kok, “sampaikan dariku walau satu ayat” (potongan dari
hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn
Umar).

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran
dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang
terkenal, e-mail dari manager atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan
ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara
akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah
tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah
sekalipun.

Lakukan “keanehan-keanehan” yang dituntun manhaj dan syari’at yang benar.

Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh
ditengah orang-orang yang berbikini dan ber ‘you can see’.

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun
akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka”
jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan
menyelamatkan kita?

Selamat jadi orang aneh yang bersyari’at dan bermanhaj yang benar…

NB: Silahkan menyebarkan email ini. Tidak ada embel-embel apapun melainkan
“DAKWAH” mengharap Ridho Allah.

Bookmark and Share

Jangan Menyerah…

Yup, itu lagu dari D’masiv yang menurut gw bagus bangget (dobel g menyatakeun penegasan) baik ituh lirik maupun musiknya. Disini gw gak ngomongin tentang bandnya (yang sempet heboh gara2 plagiarisme) tapi pengen bahas tentang pesan dari liriknya ituh.  Really Inspiring..

D’Masiv - Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Jangan Menyerah..Jangan Menyerah..Jangan Menyerah..

Jangan Menyerah..Jangan Menyerah..Jangan Menyerah..

Back to Reff 1
Back to Reff 2

Sekalian ditonton deh video klipnya, monggo :

D'masiv - Jangan Menyerah

Nah, gimana?? Keren kan!!.. hehe

Gw gak tw apa lagi yang musti dibahas karena liriknya sendiri dah jelas banget. (Really touching Bro)

Bersyukur dan Jangan Menyerah..

2 hal yang sering kita lupakan dalam hidup ini. Perjalanan hidup itu penuh cobaan dan dengan bersyukur kita dapat kembali tegar menjalaninya.

Bersyukur……karena hidup itu adalah anugerah

Dan jalani hidup ini dengan melakukan yang terbaik. Jangan menyerah walau cobaan hidup terasa berat.

Jangan menyerah……karena Allah itu tidak tidur

Yup thats all i want to share n for the last word:

Semoga menambah semangat hidup….. AZA -AZA FIGHTING !!!

Cheerssss

Bookmark and Share

Wihhh,,

Dah akhir juni ajah, blog gw belum terupdate dengan tulisan super gw. (hakhak). Karena kurang ide dan banyak ide (lho) yang sebenarnya mw ditulis cuma rada berat topiknya dan berat hati buat nulis (gak mood bahasa gaulnya). Jadi terpaksa sekarang kembali ke tulisan ringan ala kadarnya deh.hahaha

Friendster Vs Facebook

Friendster Vs Facebook

Now we are talking about Facebook.yup. Facebook situs jejaring yang sedang booming di Indonesia sekarang. Gw baru sadar situs ini terkenal dan digemari banyak kalangan umur ketika nyokap gw sempet nanya :

“de, gimana sih bikin facebook?”. ow.ow.ow.what the…

Dan usut punya usut ternyata nyokap gw diminta temennya buat bikin facebook. hmm.ok.  Alhamdulillah Bokap gw gak punya facebook sampai saat ini.hehehe

Gw gak bisa bayangin kalo ortu gw kecanduan facebook. Berikut hasil-hasil bayangan yang mungkin terjadi kalo kedua ortu gw ikut kecanduan facebook :

————————————————
Bayangan Pertama :

Nyokap bakal seneng posting ke gw : ” de, kalo pulang beliin bubur donk lagi pengen makan bubur nih, eh sekalian beli kopi deh abis kayaknya” dung dung

Bokap bakal seneng posting ke gw : “de, tolong cariin gambar dapur2 yang bagus ya!!” dong dong

Bayangan Kedua :
Nyokap mungkin seneng ngasih komen di foto2 gw : “ini lagi ngapain de?”

dan temen2 gw yg “rada2″ dengan senang hati membeberkan hal-hal yang pasti “menyentuh” sanubari. hehehe

Bokap mungkin seneng maen Mafia Wars : “de, minta energi packnya donk!!”

and you can say that it isn’t cool anymore… (-_-;)

————————————————

Nah sekarang beralih kekasus lain coba bayangkan kalau temen lo adalah dosen pembimbing, dosen wali atau dosen apapun ituh.

Suatu ketika distatus FB lo itu tulisannya : ” Lagi males nih”

dan tiba-tiba dosen pembimbing lo itu nulis komen :”gimana makalahnya dah selese?”

Ehm..ehm deh pasti jawabnya..hahaha (based on true story)

Well, bukan maksud membeda-bedakan kalangan dalam mencari teman di dunia maya. cuma ya itu ajah. rada gak enak euy (hihihi). Nah, itu sedikit intermezzo dari gw mengenai Facebook (singkat, padat, dan tidak berisi).

Bicara mengenai sejarah facebook, facebook itu sendiri diciptakan pada bulan Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg seorang mahasiswa havard. Di Indonesia Facebook mulai booming pertengahan 2008.

Ketika itu pertumbuhan pengguna Facebook mencapai 645% yang menjadi suatu “prestasi” sebagai “the fastest growing country on Facebook in Southeast Asia”. Bahkan, angka ini mengalahkan pertumbuhan pengguna Facebook di China dan India yang merupakan peringkat teratas populasi penduduk di dunia (Sahana, 2008). [source]

Tapi seperti kasus trend friendster yang sudah meredup, mungkin trend facebook-an bakal meredup juga ketika ada inovasi baru dalam social trend networking (bener gak nih?). Bisa juga inovasi baru yang muncul berupa gabungan friendster dgn facebook menjadi friendbook ato malah facester (entah kenapa yang ini gak enak dibacanya..hehe)

Sampai saat ini gw sendiri masih menggunakan friendster (blognya ajah sih) dan baru gabung jadi Facebooker (not boker itu jelas beda) akhir 2008 lalu. Jadi gw termasuk 645% yang nambah2in boomingnya si pesbuk inih.

Gw sendiri rada “seneng” dengan pesbuk karena bisa ngisengin orang eh berkomunikasi dengan temen2, ngatain eh ngomenin poto2 orang. Dan fitur game, kuis, chat yang bener2 bikin tambah betah online di FB inih. (pinter yang bikin kayaknya nih) hehe.

So, kesimpulan yang bisa gw dapet yaitu : “jangan kebanyakan FB-an WOY!!. gak bae buat kesehatan” (tidak penting sodara-sodara)

ini yang tidak penting kesimpulan gw ato FB nya ya?? well, its up to you….

Sekian dari gw mohon mangap kalo makan dan terimakasih..

Ciao…

Bookmark and Share

Older Posts »