Feed on
Posts
comments

Kelamaan juga nih blog ditinggal. Dan bukannya ide tulisan jadi banyak malah gak ada ide buat nulis lagi… hadoooh..

Dan untuk mengatasi hal ini gw coba berinovasi dengan mengopi isi tulisan orang.hehe. Ada tulisan bagus banget nih dari Forum Ini,

(tulisan ini mengingatkan kita semua tentang kondisi umat muslim yang sangat memprihatinkan pada saat sekarang ini, Semoga kita semua diberikan hidayah dan perlindungan dari Allah SWT. Amin)

Jangan Takut Jadi Orang Aneh

“Dunia memang aneh”, Gumam Pak Ustadz

“Apanya yang aneh Pak?” Tanya Penulis yang fakir ini..

“Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia
menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan,
sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku
menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”

“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan
pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai
sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum
alami” Kata Pak Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz,
menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 200 M dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya”

“Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, sih?” Tanya
ibu muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi
ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yang
lain rasanya…

“Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memang
semestinya seperti itu dibilang “tumben”?

Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan memberi makan anaknya di tengah
jalan, di tengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?

Kenapa orang ke masjid dianggap aneh?

Orang yang pergi ke masjid akan terasa “aneh” ketika orang-orang lain
justru tengah asik nonton reality show “SUPERSOULMATE” .

Orang ke masjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang
yang sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi
suara panggilan adzan.

Orang ke masjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan
mobilnya yang kotor karena kehujanan.

Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum,
“Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain di sekitarmu,” kata
Pak Ustadz.

“Keanehan-keanehan” di sekitar kita?

Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha,
pasti akan nampak “aneh” di tengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca
koran dan mengobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”,
karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh di tengah-tengah
sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al Qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh di
tengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan
makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya
nyaman dan tidak silau. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang di
tempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang
di tempat shalat. Aneh, bukan?

Cobalah hari ini shalat Jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid
masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang
selesai.

Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa
aneh di tengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal
nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu, dan test..test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau
ayat al Qur’an, pasti akan terasa aneh di tengah orang-orang yang membaca
artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut
menjadi orang “aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at
dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut dibilang “tumben” ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian
rapi, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur’an (Al A’raf:31)

Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha di
kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul
tak karuan.

Jangan takut dikatakan “Sok Rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya,
karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya
terhadap orang-orang beriman.

“Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu
berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.. Kemudian apabila kamu Telah
merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya
shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang
beriman.” (Annisaa:103)

Jangan takut untuk shalat Jum’at/shalat berjama’ah berada di shaf terdepan,
karena perintahnya pun bersegeralah. Karena di shaf terdepan itu ada
kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu’alaihi wassalam para sahabat
bisa bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan.

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at,
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli
[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (Al
Jumu’ah:9)

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al Qur’an,
karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling
menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran
adalah sebaik-baik perkataan;

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada
Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk
orang-orang yang menyerah diri?” (Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah
menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali kita menyerukan, sekali
kita kirim artikel, lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan,
lenyap donk ladang amal kita….

Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim
e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau
bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat. Aneh nggak, sih?

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, atau sok tahu. Lha wong
itu yang disuruh kok, “sampaikan dariku walau satu ayat” (potongan dari
hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn
Umar).

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran
dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang
terkenal, e-mail dari manager atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan
ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara
akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah
tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah
sekalipun.

Lakukan “keanehan-keanehan” yang dituntun manhaj dan syari’at yang benar.

Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh
ditengah orang-orang yang berbikini dan ber ‘you can see’.

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun
akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka”
jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan
menyelamatkan kita?

Selamat jadi orang aneh yang bersyari’at dan bermanhaj yang benar…

NB: Silahkan menyebarkan email ini. Tidak ada embel-embel apapun melainkan
“DAKWAH” mengharap Ridho Allah.

Jangan Menyerah…

Yup, itu lagu dari D’masiv yang menurut gw bagus bangget (dobel g menyatakeun penegasan) baik ituh lirik maupun musiknya. Disini gw gak ngomongin tentang bandnya (yang sempet heboh gara2 plagiarisme) tapi pengen bahas tentang pesan dari liriknya ituh.  Really Inspiring..

D’Masiv - Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Jangan Menyerah..Jangan Menyerah..Jangan Menyerah..

Jangan Menyerah..Jangan Menyerah..Jangan Menyerah..

Back to Reff 1
Back to Reff 2

Sekalian ditonton deh video klipnya, monggo :

D'masiv - Jangan Menyerah

Nah, gimana?? Keren kan!!.. hehe

Gw gak tw apa lagi yang musti dibahas karena liriknya sendiri dah jelas banget. (Really touching Bro)

Bersyukur dan Jangan Menyerah..

2 hal yang sering kita lupakan dalam hidup ini. Perjalanan hidup itu penuh cobaan dan dengan bersyukur kita dapat kembali tegar menjalaninya.

Bersyukur……karena hidup itu adalah anugerah

Dan jalani hidup ini dengan melakukan yang terbaik. Jangan menyerah walau cobaan hidup terasa berat.

Jangan menyerah……karena Allah itu tidak tidur

Yup thats all i want to share n for the last word:

Semoga menambah semangat hidup….. AZA -AZA FIGHTING !!!

Cheerssss

Wihhh,,

Dah akhir juni ajah, blog gw belum terupdate dengan tulisan super gw. (hakhak). Karena kurang ide dan banyak ide (lho) yang sebenarnya mw ditulis cuma rada berat topiknya dan berat hati buat nulis (gak mood bahasa gaulnya). Jadi terpaksa sekarang kembali ke tulisan ringan ala kadarnya deh.hahaha

Friendster Vs Facebook

Friendster Vs Facebook

Now we are talking about Facebook.yup. Facebook situs jejaring yang sedang booming di Indonesia sekarang. Gw baru sadar situs ini terkenal dan digemari banyak kalangan umur ketika nyokap gw sempet nanya :

“de, gimana sih bikin facebook?”. ow.ow.ow.what the…

Dan usut punya usut ternyata nyokap gw diminta temennya buat bikin facebook. hmm.ok.  Alhamdulillah Bokap gw gak punya facebook sampai saat ini.hehehe

Gw gak bisa bayangin kalo ortu gw kecanduan facebook. Berikut hasil-hasil bayangan yang mungkin terjadi kalo kedua ortu gw ikut kecanduan facebook :

————————————————
Bayangan Pertama :

Nyokap bakal seneng posting ke gw : ” de, kalo pulang beliin bubur donk lagi pengen makan bubur nih, eh sekalian beli kopi deh abis kayaknya” dung dung

Bokap bakal seneng posting ke gw : “de, tolong cariin gambar dapur2 yang bagus ya!!” dong dong

Bayangan Kedua :
Nyokap mungkin seneng ngasih komen di foto2 gw : “ini lagi ngapain de?”

dan temen2 gw yg “rada2″ dengan senang hati membeberkan hal-hal yang pasti “menyentuh” sanubari. hehehe

Bokap mungkin seneng maen Mafia Wars : “de, minta energi packnya donk!!”

and you can say that it isn’t cool anymore… (-_-;)

————————————————

Nah sekarang beralih kekasus lain coba bayangkan kalau temen lo adalah dosen pembimbing, dosen wali atau dosen apapun ituh.

Suatu ketika distatus FB lo itu tulisannya : ” Lagi males nih”

dan tiba-tiba dosen pembimbing lo itu nulis komen :”gimana makalahnya dah selese?”

Ehm..ehm deh pasti jawabnya..hahaha (based on true story)

Well, bukan maksud membeda-bedakan kalangan dalam mencari teman di dunia maya. cuma ya itu ajah. rada gak enak euy (hihihi). Nah, itu sedikit intermezzo dari gw mengenai Facebook (singkat, padat, dan tidak berisi).

Bicara mengenai sejarah facebook, facebook itu sendiri diciptakan pada bulan Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg seorang mahasiswa havard. Di Indonesia Facebook mulai booming pertengahan 2008.

Ketika itu pertumbuhan pengguna Facebook mencapai 645% yang menjadi suatu “prestasi” sebagai “the fastest growing country on Facebook in Southeast Asia”. Bahkan, angka ini mengalahkan pertumbuhan pengguna Facebook di China dan India yang merupakan peringkat teratas populasi penduduk di dunia (Sahana, 2008). [source]

Tapi seperti kasus trend friendster yang sudah meredup, mungkin trend facebook-an bakal meredup juga ketika ada inovasi baru dalam social trend networking (bener gak nih?). Bisa juga inovasi baru yang muncul berupa gabungan friendster dgn facebook menjadi friendbook ato malah facester (entah kenapa yang ini gak enak dibacanya..hehe)

Sampai saat ini gw sendiri masih menggunakan friendster (blognya ajah sih) dan baru gabung jadi Facebooker (not boker itu jelas beda) akhir 2008 lalu. Jadi gw termasuk 645% yang nambah2in boomingnya si pesbuk inih.

Gw sendiri rada “seneng” dengan pesbuk karena bisa ngisengin orang eh berkomunikasi dengan temen2, ngatain eh ngomenin poto2 orang. Dan fitur game, kuis, chat yang bener2 bikin tambah betah online di FB inih. (pinter yang bikin kayaknya nih) hehe.

So, kesimpulan yang bisa gw dapet yaitu : “jangan kebanyakan FB-an WOY!!. gak bae buat kesehatan” (tidak penting sodara-sodara)

ini yang tidak penting kesimpulan gw ato FB nya ya?? well, its up to you….

Sekian dari gw mohon mangap kalo makan dan terimakasih..

Ciao…

Om Mahathir Muhammad
Mahathir Muhammad

——————————————

Mahathir Muhammad, he has built a global reputation as one of the most outspoken — and thoughtful — government leaders of our time.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengimbau agar para ulama dan intelektual Muslim menghentikan penyebaran interpretasi dangkal dan keliru tentang Islam. Para ulama seharusnya tidak menyebarkan ajaran-ajaran yang membingungkan dan memecah belah jemaah, dan sebaiknya mengajarkan ilmu pengetahuan modern sehingga masyarakat Muslim dapat diperhitungkan lagi di mata dunia.

Ia mengatakan keterbelakangan dan penderitaan yang dialami umat Islam di seluruh dunia adalah akibat kesalahan sendiri. Sekarang umat Islam yang berjumlah 1 miliar jiwa, masih jauh dari posisi sebagai sebuah kekuatan dunia. Bahkan umat Islam mudah ditindas dan ditaklukkan dalam perang dan terpaksa menerima kekuasaan dan hegemoni asing. Hal ini karena pengajaran agama yang salah. Menurutnya, terorisme bukanlah cara untuk menyelamatkan Islam.

Mahathir mengemukakan hal itu dalam acara Konferensi Internasional Para Ulama Islam yang berlangsung selama tiga hari di Kuala Lumpur, pekan kedua Juli 2003 lalu. Mahathir yang akan pensiun Oktober mendatang, setelah 22 tahun berkuasa, di hadapan sekitar 800 ulama Islam peserta konferensi, yang datang dari 35 negara, menyatakan, sebagian pemimpin agama telah membuat umat Islam sekarang bingung, terpecah-belah, serta tak mampu mengikuti perubahan-perubahan dunia.

Menurutnya, sebagian tampaknya meyakini bahwa mereka dapat benar-benar menjadi orang Islam hanya dengan menciptakan kembali cara hidup dari masa 1.400 tahun lalu (zaman Nabi Muhammad SAW). “Kejayaan yang pernah dicapai peradaban Islam, di mana terjadi kemajuan besar dalam ilmu pengetahuan, telah berakhir karena para pemimpin Islam mulai menentang sikap liberal terhadap kajian-kajian non-agama ini. Satu-satunya yang boleh dipelajari hanyalah bidang-bidang yang berkaitan dengan agama Islam,” katanya.

Mahathir menyatakan satu-satunya kesimpulan yang dapat ditarik dari takdir menyedihkan kaum Muslim adalah bahwa mereka tidak mempraktikkan ajaran Islam yang sesungguhnya. Juga, bahwa agama Islam yang mereka peluk telah ditafsirkan secara salah.

Satu hal yang keliru menurut Mahathir, banyak kaum Muslim yang menganggap para pelaku peledakan bunuh diri Palestina sebagai martir (pahlawan yang mati syahid). Tapi, di lain pihak, tak ada penghargaan diberikan kepada orang-orang yang mempelajari ilmu pengetahuan, matematika, teknologi, dan lain sebagainya, yang sangat penting bagi pembangunan kemampuan pertahanan negara-negara Islam.

Mahathir, yang sering berseberangan dengan Amerika Serikat tapi mendukung AS dalam perang melawan terorisme, mengatakan, serangan bom bunuh diri bukanlah cara untuk membangun kembali kejayaan Islam. Ia mengingatkan bahwa keselamatan tak akan tercapai dengan cara membunuh orang-orang yang tak berdosa. “Lebih baik kita menyusun rencana jangka panjang dan melaksanakannya untuk menjadi yang terbaik di segala bidang,” serunya.

Mahathir, yang mengkritik serangan Amerika Serikat dan koalisinya ke Irak, mengatakan, ketika pasukan pimpinan AS menyerang Irak, umat Islam di seluruh dunia berdoa kepada Allah agar menyelamatkan kaum Muslim Irak dan negeri mereka. Namun, doa mereka tak terjawab.

Hal itu, katanya, bukan karena Allah telah meninggalkan umat Islam, melainkan karena mereka tak berusaha mengejar kemajuan dunia dalam bidang pengetahuan dan kemampuan untuk memproduksi senjata serta memiliki angkatan bersenjata yang disiplin dan terlatih untuk mempertahanan diri mereka.

Mahathir mengemukakan beberapa bukti sejarah untuk mendukung argumennya. Ia menyebutkan bahwa kerajaan Muslim Spanyol hilang dalam tahun 1492 setelah 500 tahun kejayaannya, karena para ulama mulai tidak suka mempelajari tentang hal-hal non-religi dan karya-karya non-Muslim. Akibatnya para ulama tidak mengetahui teknologi. Maka ia berpesan agar diseimbangkan pengetahuan duaniawi dengan pengetahuan relgius.

Ia mengatakan bahwa masyarakat Muslim pernah menjadi suatu kekuatan global di berbagai bidang, tetapi mereka tidak berhasil mempertahankan dengan perkembangan-perkembangan kaum Barat, dan kini mereka (masyarakat Muslim) menjadi lemah dan terbelakang.

Mahathir mendorong umat Islam agar memiliki kemampuan untuk menggetarkan hati musuh-musuh untuk mempertahankan diri, bukan sebagai agresor, melainkan untuk mempertahankan diri. “Kita harus membuat tank dan pesawat tempur. Untuk melakukannya, kita harus memahami ilmu pengetahuan,” katanya dengan tegas.

Memang, dalam satu tahun belakangan ini, Malaysia melakukan perjanjian pembelian senjata secara besar-besaran. Mereka memesan 18 pesawat tempur Sukhoi dari Rusia, tiga kapal selam dari Prancis, sistem rudal Inggris dan Rusia, dan 48 tank dari Polandia.

*) dicopy paste dari http://tokohindonesia.com

direct link

Wah april dah liwat,

belum ada tulisan baru lagi.. sigh..

Gara-gara FB-an mulu nih, ditambah banyaknya kerjaan (baca :PC game termasuk), hari libur n many things that happen to me along this april yang bikin gw gak sempet update blog inih. What a month..

Sebagai penulis yang kurang produktif gw bakal terus mengupdate blog ini tiap bulan sekali. Meskipun ada atau tidak ada pembaca i still love to write. (really). haha. Di tulisan lama gw dah pernah nge-review film dan lagu. nah tinggal buku yang belum pernah gw review.

Buku yang sekarang bakal gw ceritain yaitu :
Bad Samaritans, Negara-Negara Kaya, Kebijakan-Kebijakan Buruk, dan Ancaman Bagi Dunia Berkembang.

Penulis : Ha-Joon Chang.

Penerbit : Pustaka Utama Grafiti, Juni 2008.

English Cover
English Cover

Dilanda rasa penasaran mengenai ekonomi dan globalisasi, gw memutuskan untuk memilih buku ini. Buku ini menjelaskan tentang keadaan ekonomi di berbagai belahan dunia dari berbagai periode waktu secara ringkas dan padat.

Chang, ekonom Cambridge, yang selama dua dasawarsa terakhir mengajar dan meneliti isu-isu yang berhubungan dengan pembangunan ekonomi dan globalisasi, mengistilahkannya sebagai ”Bad Samaritan”. Istilah bagi mereka yang suka mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain.

Dalam buku ini diceritakan mengenai kisah-kisah ekonomi (pelajaran ekonomi sih lebih tepatnya, hehe) yang menarik dengan analogi-analogi sederhana dan gampang dicerna oleh orang yang awam tentang ilmu ekonomi kayak gw ini.

Indonesia tidak luput diceritakan dalam salah satu bab pada buku ini. “Zaire VS Indonesia” judulnya.  Ke-2 negara ini sama-sama dikuasai oleh rezim korup selama bertahun-tahun lamanya. Indonesia terkenal dengan Suharto dan Zaire terkenal dengan Mobutu Sese Seko. Kedua rezim ini telah mencuri milyaran dollar amerika selama 32 tahun memerintah (suharto 1966-1998, mobutu 1965-1997).

Fakta dan paparan kritis mengenai demokrasi, pasar bebas dan kemajuan ekonomi banyak diberikan dalam bab ini. Dan penulis memberi kesimpulan korupsi dan kurangnya demokrasi merupakan masalah besar di banyak negara berkembang.

Selain itu yang bikin gw suka buku ini karena si penulis memberikan banyak referensi alias daftar pustaka yang panjang per BAB (yup, that reference are not for a whole book but for one CHAPTER..YEAHH..). Dan itu menandakan si penulis ituh serius bikin buku ini.(analisa yang canggih dari gw, haha) gak penting…

So, if you interested in economy and want to know more about history of globalization and curios on who is the real one “BAD SAMARITAN” Country ??           Read this book.

mengutip JOSEPH E. STIGLITZ, peraih Nobel Ekonomi 2001 :

” Sebuah buku yang cerdas, kreatif, dan provokatif, yang menawarkan kepada kita cara-cara baru dalam memandang globalisasi”

Older Posts »