Feed on
Posts
comments

Wah april dah liwat,

belum ada tulisan baru lagi.. sigh..

Gara-gara FB-an mulu nih, ditambah banyaknya kerjaan (baca :PC game termasuk), hari libur n many things that happen to me along this april yang bikin gw gak sempet update blog inih. What a month..

Sebagai penulis yang kurang produktif gw bakal terus mengupdate blog ini tiap bulan sekali. Meskipun ada atau tidak ada pembaca i still love to write. (really). haha. Di tulisan lama gw dah pernah nge-review film dan lagu. nah tinggal buku yang belum pernah gw review.

Buku yang sekarang bakal gw ceritain yaitu :
Bad Samaritans, Negara-Negara Kaya, Kebijakan-Kebijakan Buruk, dan Ancaman Bagi Dunia Berkembang.

Penulis : Ha-Joon Chang.

Penerbit : Pustaka Utama Grafiti, Juni 2008.

English Cover
English Cover

Dilanda rasa penasaran mengenai ekonomi dan globalisasi, gw memutuskan untuk memilih buku ini. Buku ini menjelaskan tentang keadaan ekonomi di berbagai belahan dunia dari berbagai periode waktu secara ringkas dan padat.

Chang, ekonom Cambridge, yang selama dua dasawarsa terakhir mengajar dan meneliti isu-isu yang berhubungan dengan pembangunan ekonomi dan globalisasi, mengistilahkannya sebagai ”Bad Samaritan”. Istilah bagi mereka yang suka mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain.

Dalam buku ini diceritakan mengenai kisah-kisah ekonomi (pelajaran ekonomi sih lebih tepatnya, hehe) yang menarik dengan analogi-analogi sederhana dan gampang dicerna oleh orang yang awam tentang ilmu ekonomi kayak gw ini.

Indonesia tidak luput diceritakan dalam salah satu bab pada buku ini. “Zaire VS Indonesia” judulnya.  Ke-2 negara ini sama-sama dikuasai oleh rezim korup selama bertahun-tahun lamanya. Indonesia terkenal dengan Suharto dan Zaire terkenal dengan Mobutu Sese Seko. Kedua rezim ini telah mencuri milyaran dollar amerika selama 32 tahun memerintah (suharto 1966-1998, mobutu 1965-1997).

Fakta dan paparan kritis mengenai demokrasi, pasar bebas dan kemajuan ekonomi banyak diberikan dalam bab ini. Dan penulis memberi kesimpulan korupsi dan kurangnya demokrasi merupakan masalah besar di banyak negara berkembang.

Selain itu yang bikin gw suka buku ini karena si penulis memberikan banyak referensi alias daftar pustaka yang panjang per BAB (yup, that reference are not for a whole book but for one CHAPTER..YEAHH..). Dan itu menandakan si penulis ituh serius bikin buku ini.(analisa yang canggih dari gw, haha) gak penting…

So, if you interested in economy and want to know more about history of globalization and curios on who is the real one “BAD SAMARITAN” Country ??           Read this book.

mengutip JOSEPH E. STIGLITZ, peraih Nobel Ekonomi 2001 :

” Sebuah buku yang cerdas, kreatif, dan provokatif, yang menawarkan kepada kita cara-cara baru dalam memandang globalisasi”

Banyak hal yang sebenarnya pengen gw tulis di blog inih, cuma berhubung gw termasuk orang yg moody atawa tergantung bawaan mood (kalo si mood mwnya tidur ya tidur kalo makan ya makan). Jadiii, kali ini cuma bisa kopas (perasaan bukan sekarang aja gw kopi paste, deh, huhu)

Tulisan dibawah gw ambil dari milis inih. (selamat menikmati)

“NDESO”
oleh : Ika S. Creech *)

Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu.

Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.

Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.

Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana.

Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan dijemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.

Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremoni dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden baru yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik, para pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.

Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand. Dia seorang warga Negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3, sekarang lagi mengikuti program Post Doc, Dia anak serorang pengusaha yang kaya raya. Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.

Satu bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp communicator, mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca Koran ternyata konsumen terbesar hp communicator adalah Indonesia. Sempat berkenalan juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata dia anak seorang pejabat tinggi Negara, juga naik kereta.

Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di pakai masyarakat jepang ternyata tak bermerek, wah ini yang deso siapa yaa?

Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di jepang atau di Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu pekerjaan dan jabatannya di perusahaan.

Jangan-jangan kalau orang jepang diajak ke Pondok Indah bisa Pingsan melihat rumah segitu gede dan mewahnya. Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun banyak yang lesehan.

Sampai akhir hayatnya Rasulullah tidak membuat istana Negara dan Benteng Pertahanan (khandaq hanyalah strategi sesaat, untuk perang ahzab saja), padahal Rasulullah sudah sangat mengenal kemawahan istana raja-raja Negara sekelilingnya, karena Beliau punya pengalaman berdagang.

Ternyata Beliau tidak menjadi silau terus ikut-ikutan latah ingin seperti orang-orang. Lalu dimana aktivitas kenegaraan dilakukan? Mengingat beliau sebagai kepala Negara. Jawabannya ya di masjid.

Beliau punya banyak jalan yang legal untuk bisa membangun istana. Di Mekkah nikah dengan janda kaya, di madinah jadi kepala Negara, punya hak prerogative dalam mengatur harta rampasan perang dan ada jatah dari Allah untuk dipergunakan sekehendak beliau, belum hadiah dari raja-raja.

Tetapi mengapa beliau sering kelaparan, ganjal perut dengan batu, puasa sunnah niatnya siang hari, shalat sambil duduk menahan perih perut dan seterusnya.

Ketika Indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk, rakyat banyak yang mulai ngamuk, Negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak ceremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst.

Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS (Wanita Tidak Sholat, di Malaysia “Wanita Tak Senonoh”) , angka kriminal rendah, korupsi berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan global.

Maka orang Deso (alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai adalah Negara normal atau bahkan mengikut Negara maju. Bayangkan ada daerah yang menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar sementara anggaran kesranya 100 juta, wiiieh!

Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari atas sampai bawah :

  • Orang bisa antri Raskin sambil pegang hp
  • Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok
  • Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli tv dan kulkas
  • Orang bule mabuk krn kelebihan uang, Orang kampung mabuk beli minuman patungan
  • Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala
  • Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya
  • Orang beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah
  • Ijazah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di cibubur
  • Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk Mc Donald
  • Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan.
  • Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp
  • 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja
  • Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara tembang kenangan.
  • Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor
  • Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar
  • Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan
  • Agar kelihatan inklusif maka harus bisa menggandeng siapa saja, kalo perlu jin tomang jg digandeng
  • Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka harus bisa tampil keren. Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere.

*) Penulis adalah Putra Indonesia Asli, kini bertempat tinggal di Paris,
Perancis dan bekerja sebagai Pembawa Acara di salah satu stasiun di Perancis

Setelah dipikir-pikir, tag science gw kok amat sangat tidak nyambung sekali dengan makna harfiah dari science itu sendiri (yang berarti knowledge atau knowing).[1]

Ini jelas sangat bertentangan dengan program diet gw eh preamble UUD 1945 yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.(tsah). Ditambah pula pas ngeliat blog usama (sang dewa tanah) yang isinya tuh geotek banget.(mantab dah us). Gw pun merasa khawatir blog gw bakal berdampak negatif terhadap kemajuan bangsa. (beuh, sangat visioner sodara2, hehe)

Maka dari ituh, postingan kali ini bertujuan memperbaiki image dari category science yg gw bentuk di awal2 ngeblog. (sekali lagi ini masalah penting sodara2). hmmm,tapi berhubung ilmu gw masih sedikit ibarat kolam yang cetek di air yang dangkal (lho ). Gw bingung mo nulis apa. hihihi

Disclaimer :

Kebenaran dari posting tentang science di bawah ini tidak dijamin 100% benar. Jadi harap diteliti sebelum membeli dan jangan beli kucing dalam karung (kasian).

Mengutip dari bunda dorce di akhir acara dorce show :

” Sekali lagi kebenaran itu datangnya dari Allah SWT, dan kesalahan itu datangnya dari sayah sendiri, WASPADALAH-WASPADALAH”

(SERIUS MODE : ON)

Pekerjaan gw kayaknya nyambung buat di share dalam topik science ini, so that is our topic for now,ok. Sebagai seorang structural engineer, Gw ditugaskan untuk mendesain Stinger.

A Stinger is used to support the pipe as it leaves the barge. [2]

Contoh Stinger

Contoh Stinger

Stinger Tampak Samping

Stinger Tampak Samping

Dalam mendesain stinger hal-hal yang perlu dianalisis, yaitu :

  1. Pre-Service (Lifting and Flotation Analysis)
  2. In-Service (Inplace and Fatigue Analysis)

Gw menggunakan program SACS 5.2 [3]. Code-code yang disepakati dalam proyek ini salah satunya API RP 2A [4] . Sehingga salah satu perimeter / boundary / batasan untuk menge-cek kekuatan struktur yaitu Member Unity Check less than 1(untuk desain ini lead engineer gw menganjurkan 0.8). Unity check = perbandingan antara kekuatan struktur dengan beban yang terjadi.

SACS Model

SACS Model Stinger

Untuk data-data lingkungan dan kriteria pipa yang akan dilaying ke dalam laut digunakan software Orcaflex [5]. Kedalaman pipa yang dapat dilaying, clashing reaction dengan line pipe serta diameter pipa merupakan salah tiga dari output yang dihasilkan dalam analisis menggunakan software ini.

Orcaflex Model Stinger

Orcaflex Model Stinger

Nah, segituh dulu deh tentang pelajaran hari ini. Dilain kesempatan (dan kalo ada kesempatan) gw bakal sharing ilmu gw yang masih cups inih.

seperti kata pepatah bijak :

lain guru lain ilmu, jangan saling ganggu…

——————————-

REF :

[1] Wikipedia

[2] Offshore Pipeline, Dr. Buyon Guo, et all.

[3] SACS-EDI

[4] API RP WSD 2A

[5] ORCAFLEX

Dulu pas tingkat 2, gw punya keinginan buat keliling dunia eh ngejar beasiswa s2 keluar negeri. Hal ini bermula dari sekedar iseng2 membaca cerita para pencari beasiswa dari www.milisbeasiswa.com (sekarang jadi blog inih).

Disituh sang pemilik web (Togap Siagian) menulis banyak link2 beasiswa terutama cerita2 para pejuang tangguh yg mengejar mimpi menerjang badai mengarungi samudra melintasi benua demi gelar s2 tadi.(tsah…lebay bulus)

Tiba2 gw langsung terjangkit virus-pengen-dapet-beasiswa-kluar-negri-JUGA. dan dimulailah perburuan gw mencari beasiswa bwt jalan2 kuliah keluar negeri. pilihan gw jatuh pada universitas berkeley dan beasiswanya fulbright. target gw emang tinggi, tinggi banget bahkan, (saking tingginya kalo jatuh sakit).

Dulu (i said “dulu lho!!”, kena past tense maka jadi baheula) gw selalu rajin searching and making preparation for that. such as, studying toefl, learning about essay, knowing the scholarship, etc,etc n sampai pada titik kesimpulan tahun 2009 gw bakal pergi,yeah i’ll be there for sure.(rruar binasa)

Setelah lulus, niat yang dulu menggebu-gebu kini kandas ditengah jalan. istilah indonesianya sih anget-anget ta* ayam, alias lebih baik dimakan selagi hangat. hoek. n baru-baru ini gw dikagetkan oleh berita dari temen kosan gw dulu,riski, dan beginilah percakapan YM gw n riski:

(sekedar info, riski adalah sesama penggemar blog radit juga,jadi agak rada2..gimana gituh..hoho)

gw : oi ki
riski : oi de
gw : kemana aja lo, ngilang gituh ajah..
riski : sori2
gw : eh katanya lo dapet beasiswa kekorea yak??
riski : hehe, iya nih..
gw : manstaplah..
gw : trus2 gimana ki ceritanya bisa dapet beasiswanya?
riski : ya gw twnya dari milis,de.trus ngisi aplikasi online abis ituh wawancara ama profesornya..
gw : o,ya. trus apa ajah pertanyaan wawancaranya?
riski : ya ditanya tentang TA gituh, trus minat gw blabla2 (kalo ttg TA, gw rada lupa)
gw : hoo..
riski : tw gak de, pas ditelpon bwt wawancara gw masih dikamar mandi.
gw : buset
riski : mana gw jawabnya ngasal semua lagi..
gw : berarti lo sambil sabunan yak jawabnya?
riski : ya enggaklah pas mandi gw ditelpon ama ast. profnya n pas dah selese mandi, baru ama profnya
gw : hoo..
riski : o,ya tanggal 25 bisa gak kerumah gw de?
gw : o, bwt syukuran yak?
riski : iya sekalian kumpul2 lagi ama bang udin,chaidir
gw : hmm..
riski : ya ya ya? tar lu tunggu di shelter busway di ragunan
riski : nah, nanti gak gw jemput deh.
gw : gw kasi upil lho!
riski : hehe, hoek..
gw : tar bisa melepuh kayak bom fosfor putih
israel
riski : iya yak
israel parah banget tuh.

*
*
*
* dan percakapan selanjutnya semakin tidak lazim untuk dibahas
* di blog publik seperti inih…
* summarynya kira2 seperti inih :
*
israel > lagu we will not go down > dan anjuran untuk ngupil di
*
korea…haiyah…
*
*
*

well,

sekarang gw baru tersadar niat yang telah hilang ituh…

kini muncul kembali…

—————-

to be continued

“We will not go down” lagu dari Micheal heart yang diciptakan sebagai bentuk rasa simpati terhadap penduduk palestina di gaza. lagu ini disebarkan secara gratis di internet (yeah, its free my friend) oleh mr. Micheal sendiri.

buat yang mw mengunduh lagunya monggo tinggal klik:

Disini

Karena liriknya dalem bangget, gw gak bisa banyak komentar.

(very touching, really sad knowing that we also powerless against cruel Israel :

But through the tears and the blood and the pain You can still hear that voice through the smoky haze

But our spirit will never die We will not go down In Gaza tonight)

Di bawah ini lirik dari lagunya :

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

« Newer Posts - Older Posts »